Dirjen IUBTT Kemenprin RI : Konsen Pengembangan Industri Konten Nasional

Dirjen IUBTT Kemenprin RI : Konsen Pengembangan Industri Konten Nasional

SONY DSC

Dirjen IUBTT Kementrian Perindustrian Republik Indonesia pada tanggal 29 s/d 30 Januari 2014 mengadakan forum diskusi untuk membangun sinergi dari staktholder industri kreatif digital di Indonesia. Pada kegiatan ini hadir perwakilan dari Inkubator Kreasi dan Inovasi Telamatika Semarang – IKITAS, Cimahi Creative Association (CCA), Bandung Technopark, AINAKI, Dinas Perindustrian Jateng, Dinas perindustrian Jatim dan DInas perindustrian Yogyakarta.

Pasar industri ANIMASI di dunia USD 207milyar pd th 2012 dan akan naik 13%/th sehingga diprediksi USD 242,93 Milyar th 2016. Oleh karena itu pemerintah Indonesia melalui Dirjen IUBTT akan memberikan support sepenuhnya pengembangan industri konten nasional. Di negara maju saja, peran pemerintah sangat penting sebagai penggerak industri animasi terlebih lagi di negara sedang berkembang seperti Indonesia.

Langkah kongkrit yang akan dilakukan oleh Dirjen IUBTT Kemenprin adalah melakukan kerjasama dengan beberapa studio di negara-negara maju yang industri animasinya sudah berkembang. Tahap awal Kemenprin akan memberikan support peralatan produksi di beberapa studio di Indonesia serta akan diprogramkan pelatihan terintegrasi yang langsung kerjasama dengan studio animasi kelas dunia di Korea Selatan. Hal ini juga dilakukan oleh pemerintah China dan India yang studio animasinya menjadi terkenal setelah melakukan partnership dulu dengan studio-studio di Eropa, Jepang dan Nort America.

Pemerintah Korea Selatan bahkan menjalankan program menarik beberapa SDM ahli yang bekerja di industri luar negeri untuk kembali ke negara asalnya membantu mengembangkan industri animasi. Sebetulnya Indonesia sudah melakukan itu untuk mengambangkan industri pesawat terbang beberapa waktu yang lalu dengan menarik Habibi kembali ke Indonesia. Bagaimana dengan industri animasi dan game? Padahal dengan industri animasi dan game berkembang maka otomatis akan memebrikan efek kepada semakin meningkatnya nama baik Indonesia.

Tantangan mengembangkan industri kreatif digital diantaranya : Kebanjiran produk impor, kesiapan pasokan industri dalam negeri, penyediaan infrastruktur, kompetensi SDM, keberpihakan lembaga keuangan, kegiatan promosi dan harmonisasi kebijakan dan program pemerintah pusat dan daerah. Oleh karena itu perlu dilakukan sinergi dari semua stakeholder untuk mengambangkan industri kreatif digital di Indonesia.

Strategi pembangunan industri konten nasional dari Dirjen IUBTT Kemenprin Republik Indonesia meliputi Harmonisasi kebijakan dan program pemerintah, Pasar di dalam negeri sebagai basis pembangunan, membangun pusat-pusat pengembangan di daerah potensial dan memperkuat penetrasi pasar. Membangun jejaring pelaku industri kreatif digital seperti yang dilakukan hari ini merupakan bagian kecil dari implementasi roadmap pembangunan industri konten nasional. Selanjutnya tiap daerah perlu juga menyusun roadmap pengembangan inudstri kreatif digital sesuai dengan potensi sumber daya yang ada di masing-masing daerah.

 

 

Mustafa

)* Ditulis sambil mengikuti forum sinergi indstri kreatif digital