ICT Incubator : Sinergi membangun industri kreatif ICT Jawa Tengah

ICT Incubator : Sinergi membangun industri kreatif ICT Jawa Tengah

Pada hari Rabu, 16 November 2011 lalu telah diadakan seminar sosialisasi ICT Incubator di Hotel Pandanaran Semarang. Acara tersebut merupakan kerjasama antara Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) dengan Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang. Dalam acara tersebut dihadiri oleh kurang lebih seratus undangan yang berasal dari berbagai kalangan, pemerintah, Akademisi, wirausahawan yang bergerak di bidang ICT hingga mahasiswa. Pembicara yang didaulat mengisi acara merupakan orang-orang yang ahli di bidangnya. Ada dua sesi presentasi dan diskusi yang keduanya mengusung tema yang berbeda namun tetap berada dalam ranah yang sama.

Acara hari itu dibuka oleh sambutan dari Direktur Pemberdayaan Industri Informatika, Bapak Drs. Isa Anshary, M.Sc. Beliau menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi industry ICT Indonesia yang kalah jauh dibandingkan negara-negara lainnya. Beliau juga memberikan contoh kemampuan anak bangsa yang sebenarnya tidak kalah jika dibandingkan negara lain, bahkan anak Indonesia terhitung cepat dalam menghasilkan sebuah aplikasi program. Seharusnya keluarbiasaan anak bangsa tersebut dapat tersalurkan dengan baik. Industri ICT yang belum kondusif didalam di dalam negeri yang membuat SDM potensial tersebut berkarya di negara lain. DIharapkan dengan akan dikembangkannya ICT Inkubator di Indonesia dengan melibatkan pemerintah daerah maka industry kreatif ICT dalam negeri akan terus meningkat.

Sesi diskusi yang pertama diawali dengan presentasi dari Prof. Dr. Laode M. Kamaluddin, Rektor Unissula. Beliau baru saja kembali dari pertemuan tingkat global di Bangalore, India. Beliau membawa sedikit oleh-oleh berupa cerita terkait prestasi Bangalore India di bidang IT. Sangat memprihatinkan jika mengingat kondisi ekonomi Indonesia dan India yang sebenarnya sama, namun memiliki potensi dan hasil bidang IT yang berbeda, padahal ternyata 40% animasi Hollywood merupakan karya anak kita sendiri, mereka yang berada di Yogyakarta cukup kreatif hingga hasil animasinya dapat menjadi bagian proyek besar Hollywood, namun sayang hal tersebut tidak banyak orang tahu. Sebagai jenius dibalik proyek Digital Multimedia Broadcasting di Unissula, beliau mengakui menggunakan status beliau sebagai Rektor untuk dapat mengembangkan IT di Unissula, beliau menyadari betul perlu kebijakan strategis dari pimpinan yang positif dapat memiliki dampak yang besar.

Pembicara kedua sesi pertama merupakan praktisi TIK Indonesia yang namanya cukup berpengaruh, sbegai pemilik Brainmatics, Bapak Romi Satrio Wahoni membeberkan pengalamannya berkecimpung di dunia ICT. Sebagai lulusan Universitas Saitama, Jepang, beliau kembali ke negeri sendiri untuk membangun IT Indonesia. Dalam presentasinya beliau menyelipkan cukup banyak guyonan yang menggugah tawa peserta seminar, sehingga suasana tetap segar dan tidak membosankan. Seperti saat beliau menceritakan pengalamannya mempekerjakan lulusan Sarjana. Dalam acara tersebut SMK cukup mendapatkan banyak angin. Tidak hanya Bapak Romi yang ternyata lebih senang mempekerjakan lulusan SMK, ternyata SMK cukup laris manis dan berprestasi baik di bidang ICT. Seperti dalam dua sesi berikutnya yang  dibawakan oleh Bapak Hamrowi, S.Si, M.Kom serta Bapak Mustafa, ST.MM Kepala Bagian Biro Sistem Informasi (BSI) UNISSULA.

Bapak Hamrowi merupakan Ketua IKITAS (Inkubator Kreasi dan Inovesi Telematika Semarang) yang juga berprofesi sebagai guru SMK. Beliau mematahkan pendapat yang menyatakan bahwa PNS adalah profesi aman yang menjanjikan sehingga membuat orang kurang berkeinginan untuk menjadi seorang entrepreneur. Beliau seorang entrepreneur di bidang ICT dan beliau sangat berkeinginan membantu wirausahawan ICT lainnya untuk bersama-sama bekerja membangun bisnis ICT Semarang. Sedangkan Bapak Mustafa adalah seorang dengan berbagai inovasi dan kreasi yang maju ke depan, menjadi salah satu bagian dari ICT Inkubator dan juga IKITAS. Dalam presentasinya beliau menjelaskan secara lebih dalam apa sasaran dan tujuan IKITAS sebagai ICT Inkubator (www.ikitas.com).

Rangkaian acara tersebut berjalan secara lancar dan banyak peserta yang mendapatkan pengetahuan dan bekal baru. Semoga ICT Inkubator akan menjadi sebuah solusi pengembangan industry kreatif ICT dan tidak menjadi sebuah kemandegan pada sosialisasi semata.

Sosialisasi Inkubator Industri Kreatif ICT SEMARANG

Bisnis industri kreatif di bidang ICT sedang banyak diminati masyarakat. Perlahan namun pasti industri kreatif ICT akan terus berkembang mencapai puncak popularitas seperti yang terjadi di dunia. Diperlukan wadah untuk memberikan pembinaan dan pengembangan usaha kreatif bidang ICT untuk membantu wirausahawan tumbuh berkembang menjadi wirausahawan yang tangguh, mandiri, dan mampu bersaing secara global. Karena itu, Kemenkominfo bekerja sama dengan Unissula mengadakan sosialisasi ICT incubator pada Rabu (16/11) pukul 08.00 di Hotel Pandanaran Semarang.

Sosialisasi diadakan oleh Kemenkominfo untuk menindaklanjuti UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan untuk memajukan bisnis ICT.

Narasumber antara lain Romi Satria Wahono membawakan tema ”Peluang dan Tantangan Pengembangan Industri Kreatif di Indonesia”, Hamrowi SSi MKom (”Peran Forum Industri Kreatif untuk Pemberdayaan Industri ICT”).

Sementara dari Unissula antara lain Rektor Prof Dr Laode M Kamaluddin MSc MEng (”Peran Pemerintah untuk Pengembangan Incubator Industri Kreatif ICT”) dan Mustafa ST MM, kepala Bagian Cyber Services di Biro Sistem Informasi (BSI) Unissula (”Membangun Inkubator Industri Kreatif ICT”).

Sumber: mcetak.suaramerdeka.com

Peluang Kerja – Bisnis Teknologi Manajer Inkubasi Nasional

Universitas Coventry Enterprise Ltd (CUE) menugaskan kepada direktur program sebagai anggota kunci di tim untuk program yang dirancang untuk pemerintahan oman. Program ini merupakan bagian dari strategi  oman dan difokuskan pada pertumbuhan TIK yang inovatif dan secara signifikan TIK untuk memungkinkan bisnis dioman. Proyek prestisius ini dipimpin oleh Inkubasi Bisnis Inggris (UKBI) yang bekerjasama dengan CUE. Misinya adalah untuk merangsang pertumbuhan ekonomi di Kesultanan Oman melalui inovasi, kewirausahaan, pengembangan usaha, dan komersialisasi teknologi di sektor ICT dan ICT-diaktifkan secara signifikan, melalui penyediaan ‘fisik’ dan ‘virtual’ mendukung pertumbuhan, pendampingan, jaringan , pelatihan dan infrastruktur fisik dan teknologi.

Para kandidat akan bertanggung jawab atas manajemen sehari-hari dan administrasi incubator bisnis TIK, tempat, fasilitas, staf, dan layanan bisnis dukungan, fasilitas ini telah dirancang untuk pertumbuhan bisnis TIK. Ada penekanan kuat pada kelanjutan dan persiapan staf dioman untuk terus menjalankan UKBI program selanjutnya.

Ini adalah peran manajemen yang penting yang menuntut pengalaman dan pemahaman tentang inovasi, kewirausahaan dan pertumbuhan bisnis. Anda akan memiliki up-to-date pengetahuan dari sektor ICT dan track record yang sukses dalam bisnis, membangun kepercayaan dan jaringan. Anda juga akan memahami potensi dan kekuatan mengintegrasikan penggunaan ICT untuk mendukung inovasi di berbagai sektor usaha.

Dengan akal bisnis dan kemampuan manajemen yang baik, dihapkan proyek anda memastikan output program yang dipenuhi sesuai dengan kontrak. Kamu akan mendapatkan ketrampilan dalam mengorganisir, perencanaan, pelatihan dan kerja sama didalam tim, dan memberikan tambahan jasa nilai, bimbingan dan dukungan lnagsung kepada incubates.

Anda akan menjadi pembicara bahasa Arab / Inggris fasih dan menjadi orang yang termotivasi diri dengan naluri kewirausahaan, berkendara, pengetahuan pengalaman, dan pemahaman untuk menyampaikan program, melibatkan jaringan yang dibutuhkan dan pemangku kepentingan untuk mendukung dan mengembangkan UKM dengan potensi.

Sumber: http://ukbi.co.uk/latest-news/news.aspx?newsItemId=129