Bakrie Siapkan Rp 100 Miliar Dana Inkubator Teknologi

JAKARTA, KOMPAS.com– Kelompok usaha Bakrie mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar tahun ini untuk mendorong tumbuhnya pengusaha baru di bidang teknologi. Dana inkubator bisnis tersebut merupakan bagian dari investasi Rp 5 triliun yang disiapkan Bakrie untuk mewujudkan visi visi Bakrie Telecom, Media and Technology (BakrieTMT2015) yang akan mensinergikan lini bisnis telekomunikasi (BTEL), media (VIVA Group) dan teknologi (BConn dan BNET).

“Konsumen telematika di Indonesia merupakan salah satu yang paling tumbuh dan paling dinamis di dunia. Buktinya Indonesia selalu menjadi salah satu pasar terbesar untuk hampir setiap perusahaan teknologi dan internet terkemuka dunia. Ini perlu dimanfaatkan supaya konsumen telematika Indonesia bisa mulai beralih menjadi technopreneur seperti layaknya Google, Facebook dan sebagainya dalam tiga sampai lima tahun ke depan,” kata Anindya Novyan Bakrie, Presiden Direktur PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Program inkubasi untuk pengusaha baru telematika diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam menunjang visi BakrieTMT2015. Khususnya dalam menambah jumlah ragam dan kualitas konten, sambil memberdayakan potensi industri telematika nasional. Menurutnya dengan investasi yang cukup besar pada tahun 2009 dan 2010, 40 persen pendapatan BTEL ke depannya akan didominasi oleh data. Transisi dari suara ke data sangat sesuai dengan tren konsumen di Indonesia yang semakin menggunakan telepon genggam tidak hanya untuk berkomunikasi tapi juga untuk bekerja, belajar, mencari hiburan bahkan untuk berbelanja.

“Untuk itulah Grup kami mengalokasikan dana inkubasi Rp 100 miliar yang mulai diluncurkan tahun ini agar semakin banyak aplikasi buatan technopreneur lokal yang bisa dipasarkan melalui jaringan BTEL,” tegas Anin.