Inkubator Bisnis Jangan Hanya Jadi Pengumpul UKM

Inkubator Bisnis

Bandung – Meski belum ada data pasti, jumlah pelaku Usaha Kecil Menengah berbasis Teknologi Informasi (UKM IT) saat ini diklaim cukup banyak. Baik yang basisnya di kampus atau yang sudah dikelola secara profesional dan menjadi mitra binaan dari inkubator bisnis. Untuk itu, inkubator diharapkan jangan hanya jadi pengumpul UKM IT.

“Peranan inkubator dan perusahaan pembiayaan bisa disinergikan untuk memberikan pembinaan dan pendampingan kepada UKM IT hingga mereka bisa tumbuh menjadi perusahaan besar,” kata Senior Partner Blindspot Advisor, Diyanto Imam saat berbincang dengan detikINET di Bandung.

Dia menambahkan, potensi bisnis UKM IT sangat besar. Namun biasanya mereka, hanya memperhatikan produknya semata. Tanpa memiliki pengaturan yang mumpuni, para pelaku UKM IT ini tidak akan bertahan di tengah persaingan.

“Yang mereka butuhkan adalah masukan bisnis. Bukan teori, tapi praktek. Maksudnya adalah mereka butuh saran dan solusi dalam menghadapi persaingan bisnis,” jelasnya.

Diyanto melihat bahwa saat ini, aplikasi atau konten pada perangkat bergerak sangat potensial. Makanya tak heran, Blindspot Advisors sebagai lembaga keuangan bersedia mengucurkan kredit tanpa agunannya.

“Kita akan danai mereka yang memiliki prospek. Tapi kita selektif. Kita hanya menerima UKM binaan inkubator dan yang akan mendapatkan dana adalah UKM yang direkomendasikan oleh inkubator tersebut,” paparnya.

Bukan tanpa alasan Diyanto mengemukakan hal tersebut. Karena sebagai lembaga keuangan, tentunya perusahaannya selalu melihat dari sisi bisnis. Dalam bisnis, resiko harus ditekan seminimal mungkin.

“Yang ingin kita bangun adalah sebuah sistem. Sistem yang saling bersinergi antara inkubator, mentor dan financial. Nggak mungkin UKM dikasih duit terus dilepas. Harus ada pembinaan. Dan ini peranan inkubator bersama kami untuk mentoring mereka (UKM IT),” tukasnya.

Sumber: detik.com