WALIKOTA JOKOWI DUKUNG AIBI KEMBANGKAN INCUBATOR BISNIS DI SURAKARTA

Solo Walikota Surakarta, Ir. Joko Widodo, mendapat penghargaan dari Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) karena dinilai telah berjasa dalam memberikan dukungan kepada kegiatan pengembangan Inkubator Bisnis di Surakarta, baik melalui kebijakan-kebijakannya maupun melalui penerapan program kerja Pemerintah Kota Surakarta. Salah satunya dengan mendirikan Solo Techno Park yang di dalamnya telah dialokasikan area untuk kegiatan Inkubator Bisnis dan Teknologi serta rencana pengembangan konsep “UKM Center” yang akan difokuskan pada kegiatan pembiayaan atau permodalan bagi UKM yang dilahirkan oleh Inkubator Bisnis.

Dengan diberikannya penghargaan ini, maka diharapkan dapat menjadi inspirasi dan stimulan bagi pemerintah daerah lainnya untuk menumbuh-kembangkan kegiatan Inkubator Bisnis di daerahnya masing-masing. Seperti yang tercantum dalam UU No. 32/2004 (pasal 2, ayat 3,) bahwa tujuan otonomi daerah adalah meningkatkan kesejateraan masyarakat, pelayanan umum dan daya saing daerah serta yang tercantum dalam pasal 27, ayat 1, butir g bahwa kepala daerah dan wakil kepala daerah mempunyai kewajiban antara lain, memajukan dan mengembangkan daya saing daerah.

Sehubungan dengan itu pula, Pemerintah Surakarta bekerja sama dengan Pusat Inovasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PI-UMKM) BPPT beserta Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI), menyelenggarakan acara Workshop “Peningkatan Kapasitas Pengelola Inkubator Bisnis dan Pemberian Penghargaan Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI)”, yang pembukaannya dilaksanakan di Balai Tawang Arum, Kompleks Balaikota Surakarta (20-21/7).

Kegiatan ini merupakan perwujudan misi AIBI, yaitu memperkuat kualitas sumber daya dan kelembagaan inkubator bisnis, mengembangkan saling keterkaitan antar unsur-unsur jejaring inkubator bisnis di Indonesia dan mengembangkan kerjasama antar pemangku kepentingan dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi tumbuhnya wirausaha dan perusahaan baru berbasis inovasi di Indonesia. Hal ini berdasar pada UU No. 18/2002, bahwa tujuan pengembangan Sisnas P3 Iptek yaitu memperkuat daya dukung iptek untuk mempercepat pencapaian tujuan negara, meningkatkan daya saing, meningkatkan kemandirian.

 

Untuk memperkuat daya dukung Iptek dan penguatan sistem inovasi di Indonesia, pemerintah daerah perlu mengembangkan sistem Inovasi Daerah, Pengembangan e-Development daerah, pengembangan Lembaga Intermediasi melalui insentif PI-UMKM, Training of Trainer penerapan Kurikulum Technoprenuership. Demikian disampaikan Kepala BPPT Dr. Ir. Marzan A. Iskandar, selaku keynote speaker dalam makalah yang disampaikan dalam workshop. *(kontributorHumasSurakarta_Arso)

Sumber: Warta Daerah